Bertepatan Hari Kartini, OJK dan Bank Mandiri Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Bulungan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Kaltimtara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/4/2026).
Mengambil momentum peringatan Hari Kartini, kegiatan bertema "Perempuan Cerdas Keuangan, Ekonomi Keluarga Sejahtera" ini menunjuk Bank Mandiri sebagai Manajer Kampanye untuk mempercepat pemerataan literasi keuangan di wilayah tersebut.
Sebagai pemegang mandat Manajer Kampanye, Bank Mandiri menggandeng sejumlah pemangku kepentingan strategis, mulai dari sektor perbankan hingga dunia usaha. Kolaborasi ini melibatkan PT BPR Bank Bulungan (Perseroda), PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, serta Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bulungan.
Peserta yang hadir mencakup elemen masyarakat yang dianggap sebagai pilar ekonomi masa depan dan keluarga, mulai dari siswi SMA, pengurus organisasi wanita, hingga pelaku UMKM binaan TP PKK se-Kabupaten Bulungan.
Kegiatan ini membekali peserta dengan materi komprehensif dari berbagai otoritas keuangan untuk meningkatkan ketahanan finansial masyarakat antara lain:
OJK Kaltimtara: Memaparkan strategi bijak mengelola keuangan serta edukasi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan modus penipuan (scam).
Bank Indonesia (BI): Melakukan sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Bank Mandiri: Memberikan wawasan praktis mengenai langkah-langkah mencapai kebebasan finansial (financial freedom).
Bank BPR Bulungan: Mengenalkan solusi permodalan melalui Sosialisasi Kredit Mesra bagi pelaku usaha kecil.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam hal ini diwakili Sekda Risdianto menegaskan bahwa literasi keuangan kini menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar pelengkap. Menurutnya, Hari Kartini 2026 harus dimaknai sebagai momentum kemandirian perempuan dalam mengelola ekonomi.
"Perempuan adalah manajer keuangan utama dalam rumah tangga. Keputusan ekonomi yang bijak di tangan ibu rumah tangga atau pelaku usaha perempuan akan sangat menentukan kesejahteraan dan keberlanjutan masa depan keluarga," ujar Sekda dalam arahannya di Sekretariat PKK Kabupaten Bulungan.
Sekada juga mengapresiasi langkah konkret OJK dan perbankan yang memberikan akses layanan keuangan formal bagi warganya. Ia berharap, melalui keterampilan perencanaan keuangan dan investasi yang didapat, kaum perempuan di "Bumi Tenguyun" dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor UMKM.
"Saya berharap peserta tidak hanya sekadar mengelola uang, tetapi mampu menjadi penggerak utama ekonomi di Bulungan," tegasnya.
Melalui program Gencarkan ini, pemerintah daerah optimis tingkat literasi dan inklusi keuangan di Bulungan akan terus meningkat, sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dari risiko kerugian akibat layanan keuangan ilegal.