Kembali ke Beranda
Advetorial

Semarak HUT Bulungan, 337 Peserta Adu Keahlian di Lomba Menyumpit Tradisional

Ditulis oleh Admin Utama Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:21 WITA
Foto Berita

Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dewan Kesenian dan Olahraga (DKOP) Bulungan resmi membuka ajang perlombaan gabungan yang mencakup olahraga tradisional menyumpit serta olahraga prestasi bola voli dan panahan. Pembukaan yang dipusatkan di Arena Lomba Menyumpit, Kebun Raya Bundayati, Bulungan, ini dilaksanakan secara serentak pada Selasa (20/10/2026).

Acara pembukaan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, yang didampingi oleh Wakil Bupati Bulungan Kilat serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan Risdianto. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai cabang olahraga serta antusiasme masyarakat turut memeriahkan suasana pembukaan di kawasan hijau tersebut.

Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya partisipasi yang memadati arena pembukaan. Khusus untuk cabang olahraga tradisional menyumpit saja, tercatat sebanyak 337 peserta ambil bagian dalam perlombaan yang dilaksanakan secara open. Sebagian besar dari peserta menyumpit tersebut—yakni lebih dari 100 orang—datang dari luar provinsi seperti Kalimantan Timur termasuk Samarinda dan Berau, serta perwakilan dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara.

"Saya sangat senang hari ini ada 337 peserta Lomba Sumpit yang kita laksanakan secara open dan alhamdulillah itu dihadiri sebagian besar, lebih dari 100 peserta datang dari Kalimantan Timur termasuk dari Samarinda, dari Berau, demikian juga dengan peserta dari Kalimantan Utara di 5 kabupaten/kota," ujar Syarwani.

Menurutnya, penyelenggaraan lomba menyumpit ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan sebuah bentuk apresiasi, penghargaan, serta upaya nyata untuk merawat, menjaga, dan melestarikan tradisi leluhur bagi generasi muda.

"Kegiatan menyumpit ini bukan sesuatu yang baru dan ini adalah merupakan satu tradisi masyarakat, khususnya masyarakat Dayak yang ada di pulau Kalimantan ini yang memang sejak dahulu itu sudah memiliki tradisi menyumpit untuk kegiatan-kegiatan kehidupan mereka sehari-hari," imbuhnya.

Melihat antusiasme yang membludak serta lonjakan jumlah peserta yang jauh melampaui pelaksanaan pada tahun 2025 lalu, Pemkab Bulungan berencana mengemas ajang ini menjadi lebih besar pada tahun mendatang. Bahkan, pihak pemkab bersama tokoh masyarakat dan wakil bupati telah berdiskusi untuk membidik target hingga seribu peserta pada perhelatan tahun 2027.

Selain sebagai wadah pelestarian budaya dan prestasi, rangkaian iven daerah secara beruntun—termasuk Festival Sungai Kayan yang baru saja usai—dipercaya memberikan dampak signifikan terhadap perputaran roda ekonomi kerakyatan di Bulungan.

"Kemarin di iven Festival Sungai Kayan dari tanggal 14 sampai 17, perputaran uang transaksi yang terjadi selama beberapa hari penyelenggaraan tersebut berkisar 2,3 miliar, yang kalau kita petakan misalnya dari segmen UMKM, segmen dari teman-teman pengusaha konveksi, teman-teman perhotelan, demikian juga jasa usaha lainnya," jelas Syarwani.

Dengan membludaknya peserta dari berbagai daerah yang menginap di hotel-hotel Tanjung Selor serta memanfaatkan warung-warung kuliner lokal, ia optimistis sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di Bulungan akan terus merasakan multiplier effect yang positif.

Sebagai komitmen jangka panjang dalam menjaga warisan budaya di tengah masyarakat, Pemkab Bulungan juga telah menginstruksikan lembaga pendidikan formal, mulai dari tingkat PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar (SD), untuk menyisipkan muatan lokal ke dalam proses belajar mengajar.

Syarwani menyebutkan, muatan lokal tersebut mencakup pengenalan bahasa daerah—seperti bahasa Bulungan, Tidung, dan Dayak—serta pelestarian seni tari tradisional yang rutin ditampilkan dalam berbagai acara sekolah maupun daerah.

"Supaya itu sudah kita tanamkan nilai-nilai itu sejak usia dini di usia sekolah," pungkasnya.

Kembali ke Halaman Utama