BulunganKU.ID – Keluhan masyarakat tentang lamanya waktu tunggu pelayanan, kurangnya informasi saat proses pendaftaran, serta sistem antrean yang belum sepenuhnya berjalan efektif, menjadi sorotan dalam episode ke-41 podcast Bulungan Interaktif, Senin (26/5/2025).
Podcast ini menghadirkan jajaran manajemen Rumah Sakit Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor dalam tajuk “Optimalisasi Layanan Kesehatan: Dari Pendaftaran Hingga Pemulihan Pasien.”
Keluhan-keluhan tersebut, menurut pihak RSDSS, tidak diabaikan. Justru menjadi bagian penting dari program baru mereka, yakni “RSDS Tanjung Selor Mendengar”, yang dirancang sebagai wadah untuk menampung masukan publik.
“Kami menyadari bahwa masih ada ketidaksempurnaan, terutama terkait sistem antrean, waktu tunggu hasil lab, dan koordinasi antarunit. Tapi kami sedang membenahinya. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berkembang,” kata dr. Heriadi Suranta, Kepala Bidang Pengembangan dan Humas RSDSS.
Salah satu keluhan yang paling banyak diterima rumah sakit adalah terkait minimnya informasi saat pasien pertama kali datang ke rumah sakit. Tak sedikit warga yang merasa kebingungan soal prosedur pendaftaran, lokasi poli, hingga jadwal dokter yang berubah-ubah. “Kami ingin pasien yang datang merasa tenang, tidak bingung. Untuk itu, kami sedang mengembangkan sistem informasi terpadu yang bisa diakses lewat ponsel, termasuk layanan self-service untuk pendaftaran,” ujar dr. Widyawati Agustini, Kabid Pelayanan RSDSS.
Namun, ia juga mengakui bahwa penerapan teknologi masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan pemahaman pengguna dan infrastruktur digital yang belum merata.
Sementara itu, dari sisi sarana penunjang, RSDSS terus melakukan evaluasi internal menyusul keluhan tentang lamanya proses pengambilan hasil laboratorium dan antrean di farmasi. “Kami menerima masukan soal keterlambatan dan antrean panjang. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan input data atau kendala teknis. Kami kini sedang melakukan integrasi sistem agar dokter dan apotek bisa langsung sinkron,” ujar Nanang Hartono, Kabid Penunjang RSDSS.
Pihak RSDSS mengapresiasi seluruh masukan tersebut dan menegaskan bahwa forum seperti Bulungan Interaktif merupakan bagian dari upaya mereka untuk lebih terbuka kepada publik. “Kami tidak alergi kritik. Justru kami ingin tahu apa yang kurang. Masukan dari masyarakat itu penting untuk membangun rumah sakit yang benar-benar melayani,” tegas dr. Heriadi.
Kritik publik yang disampaikan secara langsung dalam forum ini mencerminkan harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. RSDS Tanjung Selor pun berkomitmen untuk menjadikan kritik sebagai cermin pembenahan — bukan sekadar keluhan yang diabaikan.













