Kampanye Gemarikan Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pencegahan Stunting di Bulungan

SIMBOLIS : Ketua TP PKK Bulungan Sri Nurhandayani, S.Pd saat menyerahkan secara simbolis peralatan yang akan digunakan kepada Ketua TP PKK Kecamatan Tanjung Palas Timur.

BulunganKU.ID – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bulungan terus diperkuat melalui pelatihan dan edukasi gizi masyarakat. Bertempat di Glamping Resort Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kamis (12/6), Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulungan menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Ikan dalam rangka Kampanye Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN).

Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Kabupaten Bulungan Sehat, Sejahtera, dan Bebas Stunting”, dengan menyasar para kader PKK, kader posyandu, pengelola kantin sekolah, serta masyarakat umum sebagai peserta pelatihan.

Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah konkret dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat, terutama pada masa-masa penting dalam tumbuh kembang anak. “Stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah kita. Padahal, kita memiliki kekayaan sumber pangan bergizi seperti ikan yang luar biasa potensial dan mudah diperoleh,” ujar Sri Nurhandayani.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memaksimalkan potensi ikan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan dalam mengolah ikan menjadi menu sehat, bergizi, dan disukai anak-anak. “Kita ingin mendorong para kader PKK, kader Posyandu, dan pengelola kantin sekolah agar mampu menyajikan olahan ikan yang menarik, sehat, dan dapat meningkatkan minat makan anak, terutama dalam rangka pencegahan stunting sejak dini,” jelasnya.

Sri Nurhandayani juga mengapresiasi sinergi lintas sektor antara Dinas Perikanan dan TP PKK yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Menurutnya, edukasi gizi tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. “Kami di PKK akan terus mendukung program-program gizi berbasis keluarga, termasuk melalui edukasi dalam 10 Program Pokok PKK, khususnya di bidang kesehatan, pangan, dan keterampilan hidup,” tambahnya.

Ia berharap semangat para peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, namun juga dapat diteruskan dengan penerapan nyata di lingkungan masing-masing, baik di rumah, posyandu, maupun sekolah. “Mari kita bersama-sama wujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Exit mobile version