Kembali ke Beranda
Bulungan

BPOM Tarakan dan Pemkab Bulungan Matangkan Sinergi Strategis, Kawal 3 Agenda Utama 2026

Ditulis oleh Admin Utama Senin, 26 Januari 2026 - 05:55 WITA
Foto Berita

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat kolaborasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan guna memastikan perlindungan kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Langkah strategis ini dimatangkan dalam audiensi antara Kepala BPOM Tarakan, Iswadi, dengan Bupati Bulungan Syarwani di Ruang Rapat Bupati, Senin (26/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syarwani menekankan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan pilar penting dalam menjaga kualitas hidup warga Bulungan ke depan.

"Segi keamanan ini sangat penting lagi kita di masyarakat tahun 2026. Karena yang mengonsumsi makanannya tidak hanya di keluarga, tetapi juga di masyarakat umum," tegas Syarwani saat memberikan arahan dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan produk yang beredar di masyarakat benar-benar terjamin mutunya. "Sangat penting kita memberikan fasilitasi dan pembinaan kepada perusahaan MKI (industri kecil) kita," imbuhnya.

Terdapat tiga agenda utama yang menjadi poin krusial dalam kolaborasi tahun 2026 :

1. Penguatan Pengawasan Keamanan Pangan Berbasis Komunitas. Agenda ini mencakup program desa pangan aman, pasar pangan aman, hingga intervensi pada pangan jajanan anak sekolah guna menciptakan ekosistem pengawasan mandiri di masyarakat.

2. Percepatan Sertifikasi dan Pendampingan UMKM Lokal. Pemkab Bulungan berkomitmen mendorong produk lokal agar bisa naik kelas. Syarwani secara khusus meminta adanya pengawalan berkelanjutan bagi unit-unit usaha yang baru diresmikan. "Mohon tetap ada pengawalan dalam unit-unit yang sudah ada. Kita ingin pemasaran dan pengolahannya bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya," kata Syarwani.

3. Digitalisasi dan Regulasi Pengawasan. Sinergi ini juga akan menyasar pada penguatan regulasi, termasuk rencana penerbitan Instruksi Bupati terkait pengawasan obat keras guna meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.

Menutup sambutannya, Syarwani berharap kerja sama ini dapat berjalan secara teknis dan berkelanjutan.

"Tadi kita sudah banyak mendengar beberapa hal yang terkait dengan program-program yang ke depannya harus kita lakukan kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan BPOM Tarakan," pungkasnya.

Kembali ke Halaman Utama